Menu
- HOME
- Profil
- Iain Pekalongan ▼
- Semester 1 ▼
- Semester 2 ▼
- Kisah-Kisah Islami
- Pengalaman Hidup
-
Vedio KEnangan ▼
- Video kenangan 1
- Video kenangan 2
- vedio kenangan 3 href='https://www.youtube.com/watch?v=DSqUNG31whI&t=10s'>vedio kenangan 3
Minggu, 06 November 2016
BAB II Ahlak terpuji Rasulullah.
kisah di balik Ahlak Rasulullah.
Akhlak
adalah salah satu dasar dalam Islam. Orang awam biasanya hanya mengenal
2 pondasi Islam, yaitu iman dan islam. Namun, ada satu hal terpenting
lagi yang menjadi pondasi dari Islam, yaitu ihsan. Perbuatan baik, atau
ihsan harus selalu kita ingat sebagai salah satu dasar agama Islam. Dan dalam ihsan tersebut terselip akhlakul karimah, salah satu sifat Rasulullah SAW.
Suatu
hari, Rasul pernah ditanya oleh sahabatnya. “Ya Rasul, apakah inti
Islam?” Rasul menjawab, “Inti Islam adalah Akhlakul Karimah, Akhlakul
Karimah, Akhlakul Karimah”. Kemudian Rasul ditanya lagi, “Ya Rasul, apa
inti akhlak?”, dijawab oleh Rasul, ”1. Jangan berdusta, 2. Tepati janji,
3. Amanah, 4. Istiqomah”.
Tiga kali
Rasul mengulang kata akhlakul karimah. Itu menunjukkan bahwa akhlak
sangat penting dalam perkembangan Islam. Dan hal itu telah dibuktikkan
oleh Rasul sendiri. Dalam suatu kisah,
para pembesar kaum Quraisy tetap menghormati Rasul sebagai orang yang
mulia akhlaknya. Mereka tetap menitipkan barang dagangannya walaupun
mereka menentang Rasul yang membawa risalah Islam. Dan saat Rasul hijrah
ke Madinah bersama Abu Bakar, Rasul pun menitipkan semua barang yang
pernah dititipkan oleh kaum Quraisy kepada Ali bin Abi Thalib untuk
dikembalikan kepada Kaum Quraisy. Subhanallah, bahkan Rasul pun tetap
berbuat baik kepada kaum yang memusuhinya.
Dalam
kisah lain diceritakan saat sedang dalam suatu majelis di dalam masjid.
Ada salah seorang sahabat kentut dan itu menyebabkan satu dengan yang
lain saling menuduh dan menyebabkan majelis itu tidak kondusif dalam
beberapa saat. Rasul dengan kebijaksanaannya pun memerintahkan semua
orang untuk berwudhu karena akan membaca Quran bersama-sama. Solusi dari
Rasul itupun menjadikan majelis kembali kondusif dan tanpa ada orang
yang tertuduh sekalipun. Sungguh mulianya akhlak Rasul, sampai menutup
aib saudaranya.
Dalam
suatu majelis yang lain, Rasul sedang berbincang bersama sahabatnya.
Saat itu, seorang nenek yahudi datang dengan membawa jeruk. Nenek yahudi
itupun memberikan jeruk tersebut kepada Rasul dan meminta Rasul untuk
memakannya sekarang juga. Rasul pun menerima jeruk itu, memang dari
tampilan fisik, jeruk itu terlihat sangatlah segar dan manis. Namun,
sebenarnya jeruk itu adalah salah satu jenis jeruk yang termasam. Rasul
mengupas jeruk itu, dan memakannya hingga habis. Terimakasih pun
diucapkan kepada Rasul atas pemberian nenek yahudi tersebut. Setelah
nenek yahudi pergi, sahabat pun bertanya. Karena memang tidak biasanya
Rasul tidak membagi makanannya kepada para sahabatnya. Dan kali ini,
Rasul memakan jeruk itu sendirian. Rasul pun menjawab, bahwa rasa jeruk
tersebut sangatlah masam, dan Rasul khawatir jika para sahabat memakan
jeruk itu maka sahabat tidak bisa menahan rasa masamnya jeruk itu dan
menyebabkan nenek yahudi menjadi sakit hati karenanya. Sehingga Rasul
memakan jeruk itu sendirian karena Rasul bisa menahan rasa masam jeruk
itu.
Subhanallah, sungguh mulia akhlak
Rasul kita. Beliau selalu berbuat baik kepada semua orang. Rasul juga
selalu berusaha menjaga perasaan orang lain. Jangan berdusta, tepati
janji, amanah, dan selalu istiqomah menjalankannya menjadi pedoman kita
dalam berbuat.
Generasi muda adalah
generasi harapan bangsa. Dimana akhlak yang baik akan selalu menjaga
kita dalam segala pergaulan yang akan dijalani. Mulailah dari diri
sendiri, perbaiki akhlak kita. Memang kita tidak akan pernah menyamai
Rasul dalam hal apapun, namun setidaknya, kita perlu meneladani akhlakul
karimah yang sudah beliau terapkan.
Langganan:
Komentar (Atom)